Journal of Urban Society’s Arts (JUSA)
[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text] Journal of Urban Society’s Arts (Jurnal Seni Masyarakat Urban) memuat hasil-hasil penelitian dan penciptaan seni yang tumbuh
[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text] Journal of Urban Society’s Arts (Jurnal Seni Masyarakat Urban) memuat hasil-hasil penelitian dan penciptaan seni yang tumbuh
[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text] Kenyataan menunjukkan bahwa sanggar-sanggar seni di kabupaten Belitung bergeliat melaksanakan kegiatan baik secara rutin maupun insidental. Motor penggerak
[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text] Wacana multikulturalisme merupakan bagian dari wacana kebudayaan. Keberadaan budaya ang beragam (multikultur) dalam suatu komunitas, bangsa, dan negara
[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text] Buku ini memuat informasi tentang perancangan karya seni pedalangan yang disajikan dalam pertunjukan wayang kulit purwa yang diharapkan
[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text] Teknologi Tepat Guna dalam Konteks Estetika karya Yos Suprapto, bisa menjadi shock therapy bagi mereka yang terlalu
[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text] Buku Art & Levitation : seni dalam cakrawala adalah edisi revisi atas buku Menempa Quanta Mengurai Seni
[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text] Hegemoni Penghulu dalam Pespektif Budaya, menjadi salah satu bukti adanya relasi antara seni, ritual adat maupun agama. Kajiannya
[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text] Buku “Kajian Tari : teks dan konteks” merupakan salah satu pemahaman atau kajian terhadap tari, baik dianalisis dari
[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text] Buku “Tari Klasik Gaya Yogyakarta : legitimasi warisan budaya ini sengaja dipaparkan karena keberadaan seni pertunjukan itu sungguh-sungguh
[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text] Mencermati keberadaan tari klasik gaya Yogyakarta tidak akan dapat melepaskan hubungan dengan pelembagaan atau locus masyarakat istana, yakni