Pada minggu kali ini menyajikan beberapa artikel diantaranya: Mengambil darah tikus laboratorium (hal. 14), Jika melon penuh alkohol (hal. 16), Jangan berhenti pada angin (hal. 25), Jalur cepat vaksin Terawan (hal. 29), Tiga sekawan di proyek injeksi (hal. 32), 50 tahun kemudian (hal. 36), Diantar redaksi, dereksi, dan amplop (hal. 42), Mata dan telinga untuk membaca (hal. 44), Tancap gas investigasi (hal. 46), Sampul babi dari zaman Majapahit (hal. 49), Dua misi Pabrik seni (hal, 50), dari jabrik sampai kinclong (hal. 52), Gagap komputer ke serangan siber (hal. 54), Potret sampul tukang kayu (hal. 56), Berita, Cerita, Berita (hal. 60), Senyawa, Alkisah, dan 44 label rekanan (hal. 62), Kisah dokter marry yang kontroversial (hal. 64), Tangan pun ikut bicara (hal. 66), Main angin atas pajak (hal. 68),  Esselon dua pandawa lima (hal. 72), Modus lama pemungut pajak (hal. 74), Menteri keungan Sri Mulyani Indrawati: Saya tidak menoleransi korupsi (hal. 76), Ekonomi sinyal pasar: Empat sekawan sesama rentan (hal. 77), Terbelit setoran untuk lantai delapan (hal. 79), Direktur Utama Indonesia FinancialSigi beriring perombakan direksi (hal. 84),  Group Robertus Bilitea : Auditor independen sedang mandalami temuan di Askrindo (hal. 83), Terbelah setelah kudeta (hal. 86), Minim vaksin ditepi barat (hal. 90), Lolos ditangan Biden (hal. 92), Pemimpin redaksi Myanmar Now Swe Win: Ini bukan kudeta militer biasa (hal. 96), Cita-cita yang tak tercapai (hal. 102).

 
Open chat
1
Ada Yang Bisa Kami Bantu ??
Kami Siap Membantu Anda. Sampaikan pertanyaan, saran, dan kritik kepada kami.