Pada edisi kali ini Majalah mingguan Tempo memuat berbagai artikel tentang: Rasiodokter kian timpang (hal. 13), Kontroversi undang-undang Mahkamah Konstitusi (hal. 160), Kebijakan buruk yang membunuh dokter (hal. 190), Tumbang ditumpukan hazmat (hal. 22), Hingga tiba arisan nyawa (hal. 28), Minim Angka pelacakan kontak (hal. 32), Lebih aman dikampung virus (hal. 34), Kepala pusat krisis kesehatan kementrian kesehatan Budi Sylvana: Tanggung jawabada di saya (hal. 36), Anjay dan bahasa slang (hal. 37), Saat Kahitan adi hujani klakson mobil   (hal. 38), Tilik dan bangkitnya marwah film pendek (hal. 40), Di balik tilik (hal. 46), Macetnya pembangkit energy petung (hal. 48),  Hutang kita kepada Munir (hal. 50), Kotak maut siburung kicau (hal. 52), Pemburu tak naik haji (hal. 56), Dua rancangan satu napas (hal. 62), Jalan tengah energy ramah (hal. 66), Asa baru Dieng-Pahuta (hal. 70), Menyembuhkan luka Christchurch (hal. 72), Bayang-bayang adik bungsu (hal. 78), Pak Bianpoen yang saya kenal(hal. 80), Indonesianis pemandu sejarah Aceh (hal. 82), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso: Kalau ditutupi, malah bahaya (hal. 86).

 



 
Open chat
1
Ada Yang Bisa Kami Bantu ??
Kami Siap Membantu Anda. Sampaikan pertanyaan, saran, dan kritik kepada kami.