IMG_20141023_113406

Edisi ini memberi highlight kepada ruang-ruang publik yang memajang karya-karya seni. Antara lain; Ciputra Artpreuneur (hal. 20), Pacific Place, Plaza Indonesia, dan Galeri Indonesia Kaya. Kreativitas seniman dan kurator tertantang ketika sejumlah mall mulai mnyediakan tempat untuk pameran (hal.24). Figur-figur seperti Eddy Sugiri (hal.40) dan Renitasari Adrian (hal. 44) juga bisa menjadi contoh bagaimana mereka mencoba memperluas bertambahnya publik seni. “Musical ‘Ngeng’ Djaduk Ferianto” dapat dibaca dihalaman 56. Dalam bermusik, Djaduk meyakini tentang proses menemukan ‘ngeng’. Suatu proses yang menuntut seorang musikus untuk terbuka terhadap segala kemungkinan musikal seni dari mana pun. Di tangan Windrie Widiesta Dhari, busana muslim menjadi universal, kasual, trendi, dan modern tanpa kehilangan esensi agama (hal. 60). Menakar nilai pendidikan film Indonesia dapat dibaca dihalaman 74.



 
Open chat
1
Ada Yang Bisa Kami Bantu ?
Kami Siap Membantu Anda. Sampaikan pertanyaan, saran, dan kritik kepada kami.