Sarasvati edisi kali ini menyuguhkan Dialog tentang pasar dan sejarah kota : pameran senilintas disiplin(hal. 8). Mengiring cetak saring Sunaryo (hal. 12). Yang bergerak ke masa depan: pameran nostalgia Tarcius Sutanto (hal. 16). Yang berupaya bangkit kembali: pameran bersama Bang Wetan surabaya (hal. 20). Rampak sekar yang menyambut suka cita (hal. 24). Kolaborasi apik Muklay dan The Prodigies ( hal. 26). Harmonisasi penjelaahan garis : karya Rega dan Kara (hal. 30). Urusan identitas yang belum usai : lewat kain aneka corak yang merupakan kekayaan Indonesia, Renoult berupaya mengenal akar budayanya (hal. 34). Mengapung diarus zaman dan teknologi : pekan seni media menjadi momentum melihat sejarah seni media, kondisinya saat ini, dan peluang eksplorasinya dimasa yang akan datang (hal. 36). Setengah abad setelah Nam June Paik menyerang televisi : refleksi munculnya penggunaan teknologi media dalam ranah seni sampai saat ini(hal. 42). Sepekan meniti seni media di Pekanbaru (hal. 46). Mencari pengikat tak bernama : tiga kuratormuda dan sembilan seniman muda Asia Tenggarakekerja sama membuat pameran eksperimental (hal. 48). Mengindra sketsa Sang Maestro S. Sudjojono (hal. 52). Mereka-reka posisi crafts dalam sebuah ruang (hal. 56). Berseni dan bersantaidi Abrakadabra : homestay artsy di dekat tiga galeri ternama Yogyakarta (hal. 68). Kolom profil menampilkan Melati Suryodarmo (hal. 64).



 
Open chat
1
Ada Yang Bisa Kami Bantu ??
Kami Siap Membantu Anda. Sampaikan pertanyaan, saran, dan kritik kepada kami.