Penulis buku ini di awal bab mengawalinya dengan membahas masalah konsep dasar perpustakaan, jenis dan karakter pemustaka difabel. Pada bab selanjutnya ditemui bahasan tentang fasilitas dan layanan informasi bagi pemustaka difabel, yang pokok bahasannya dibedakan berdasarkan karakteristik ketunaannya dan tentang pentingnya pemutaran musik di perpustakaan. Yang harus diperhatikan menurut IFLA (http://archive.ifla.org.) adalah pertama, area parkir, lingkungan, dan seluruh area perpustakaan harus dapat diakses bagi orang-orang yang menggunakan kursi roda, alat bantu jalan, atau alat bantu mobilitas lainnya. Kedua, pintu masuk hendaknya terbuka secara otomatis, ketiga, ruang dan rak di tata sedemikian rupa sehingga leluasa dilewati kursi roda, keempat kamar kecil, kelima meja sirkulasi, keenam children departmen, ketujuh ruang baca dan dengar bagi pemustaka difabel dan kedelapan komputer. Beberapa jenis musik yang disarankan diputar di perpustakaan yaitu musik klasik yang menenangkan seperti Mozart. Bagi pemustaka difabel yang memiliki kriteria cacat fisik dan mental cocok disajikan musik jenis ini. Jenis musik yang lain adalah musik barok, karena dapat meningkatkan respon-respon emosional, kondisi agresif atau represif, dan menstimulasi sistem limbik serta berperan sebagai mediasi jangka panjang.rnrnPentingnya literasi informasi bagi pemustaka difabel dan desain gedung perpustakaan pro difabel serta layanan Islami bagi pemustaka difabel juga dibahas dalam beberapa bab secara terpisah. Harapan penulis, hadirnya buku ini sebagai sebuah solusi dan motivasi bagi pustakawan yang bekerja dalam menyediakan layanan informasi di perpustakaan khususnya bagi pemustaka difabel.


 
Open chat
1
Ada Yang Bisa Kami Bantu ??
Kami Siap Membantu Anda. Sampaikan pertanyaan, saran, dan kritik kepada kami.