Buku ini menawarkan cara pandang barudalam melihat seni dalam kerangka psikologis sekaligus fenomenologis. Dalam buku ini, karya seni dipandang bukan sebagai suatu hal yang riil, namun sebagai irreality. Karya seni sering melampaui penampakan dirinya. Ia ada di hadapan kita, namun absen dari keberadaannya. Ketika melihat suatu kaya seni, yang dilihat bukan karya itu sendiri tapi haya analognya (sebagai medium atau jembatan antara senian dan penikmat seni). Peran imajinasi dalam melihat seni dapat diimplementasikan ke dalam naskah adaptasi yang disertakan dalam bagian akhir buku ini



 
Open chat
1
Ada Yang Bisa Kami Bantu ??
Kami Siap Membantu Anda. Sampaikan pertanyaan, saran, dan kritik kepada kami.