Pajoge: Perempuan Penari dalam Masyarakat Bugis

Anda bisa membeli buku ini di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

Pengarang

Dr. Rina Martiara, M. Hum dan Dr. Jamilah A. Mangkona, M.Sn.

Penerbit:

Cipta Media Yogyakarta

Tahun Terbit

2021

Jumlah Halaman

334 halaman

Bahasa
Indonesia

Stok
Ada

Harga
Rp.110.000

Pajoge dan perempuan penari mengandung pemaknaan yang menarik. Di satu sisi pajoge, sebagai seorang perempuan penari seringkali mengandung stigma negatif di masyarakat Bugis. Akan tetapi pajoge sebagai sebuah tarian tetap diminati dan bahkan menjadi materi pembelajaran di sekolah menengah kejuruan (SMKI) dan di Jurusan Tari Fakultas Sedi dan Desain, Universitas Negeri Makassar. Hal inilah yang menjadi daya tarik kuat untuk melakukan penelitian tentang Pajoge. Secara denotatif kata pajoge berasal dari kata joge yang berarti tari atau goyang. Secara konotatif kata pajoge memiliki tiga arti sekaligus. Pertama pajoge berarti tarian, kedua mendapat awalan pa’ menandakan kata benda yang berarti penari atau pelakunya, ketiga dari kata joge mendapat awalan pa’ untuk menambah kata kerja menjadi pajoge yang berarti menari atau menampilkan sebuah pertunjukan. Jadi kata pajoge bagi masyarakat Bugis menunjuk pada arti tari, penari, dan pertunjukan pajoge. Pajoge dikenal sebagai sebuah tari yang hidup di masyarakat Bugis Sulawesi Selatan. Pada masa lalu tarian ini disajikan pada pesta perkawinan keluarga raja. Tidak seperti tari Pakarena yang penarinya berasal dari keluarga raja, penari Pajoge berasal dari kalangan masyarakat biasa yang dipilih oleh keluarga raja (ana’ karung) dengan kriteria khusus. Setelah terpilih, mereka akan tinggal di istana, dilatih oleh indo pajoge untuk menjadi penari dan perempuan sempurna. Penelitian ini akan mengupas struktur pertunjukan pajoge guna mengupas nilai-nilai di dalamnya. Kajian yang dipakai adalah analisis teks dan konteks. Analisis teks akan mengamati struktur yang membangun sebuah tari dan seluruh aspek pendukungnya yang akan membentuk gaya budaya masyarakat tersebut yang terdiri dari: gerak, iringan, pola lantai, properti, rias dan busana, perlengkapan pertunjukan. Analisis kontekstual akan menganalisis nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam tari Pajoge. Dari keduanya akan dipetakan pola budaya yang dimiliki oleh budaya Bugis guna mengupas nilai utama perempuan Bugis yang terdapat di dalam struktur tari Pajoge.

 
Open chat
1
Ada Yang Bisa Kami Bantu ??
Kami Siap Membantu Anda. Sampaikan pertanyaan, saran, dan kritik kepada kami.