Sajian utama edisi ini antara lain tentang Raden Saleh, yang merupakan pelopor seni rupa Indonesia modern dengan judul “Pioner di Celah Dua Loka”  (hal. 16). Sketsa semasa hal. 32 mengisahkan para illustrator perang tahun 1860an yang menjadi saksi mata dunia berdampingan dengan maut dan moment-moment kemanusiaan yang tak terduga. Sang Virtuoso tampil di hal. 51 mengisahkan burung manakin yang suka beraksi, bernyanyi dengan sayap-sayapnya. Dan banyak sajian lain yang tak kalah menarik antara lain tentang Mesir saat ini (hal. 58), sains tentang tangan (hal. 86), keindahan Islandia, dan bahaya yang mengancam koala (hal. 112). Setiap tulisan dilengkapi dengan foto-foto yang berkualitas prima yang menjadi ciri khas majalah ini.



 
Open chat
1
Ada Yang Bisa Kami Bantu ??
Kami Siap Membantu Anda. Sampaikan pertanyaan, saran, dan kritik kepada kami.