Copy of IMG_20141010_084020

Edisi kali ini redaksi mengambil gagasan tentang kearifan lokal dalam dunia pendidikan, bahwasannya gerakan kembali pada basis nilai sosial budaya daerah sendiri dapat membangun identitas bangsa. Kisah bapak pendidikan nasional Suwardi Surjaningrat, bangsawan Pura Pakualaman yang kemudian terkenal dengan sebutan Ki Hajar Dewantara dapat dibaca mulai halaman 8. Beliau merintis Perguruan Tamansiswa di Yogyakarta mulai 3 Juli 1922, terkenal dengan filosofi “ Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani”. Rubrik lain mengulas tentang Ignatius Jonan berkaitan dengan loyalitasnya dalam memimpin PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (hal. 22). Jonan berpendapat bahwa hidup terbagi atas tiga kelompok; 25 tahun pertam konsumsi lebih besar dari produksi, 25 tahun selanjutnya produktivitas harus meningkat dari pada konsumsi, dan 25 tahun terakhir hidup harus lebih seimbang. Klangenan di halaman 82 menyuguhkan informasi tentang makanan kaya rempah dari negeri Bollywood, India.



 
Open chat
1
Ada Yang Bisa Kami Bantu ??
Kami Siap Membantu Anda. Sampaikan pertanyaan, saran, dan kritik kepada kami.