Edisi kali ini memuat beberapa artikel. Transformasi tradisi tulis menuju tradisi digital Keraton Yogyakarta (tahun 2016) (hal. 1). Wayang Kulit Purwa dalam balutan media sosial: pelestarian kebudayaan Jawa gaya millenials (hal. 11). Memahami negosiasi pelestarian budaya daerah di internet (hal. 19). Wayang kampung sebelah, media sosial, dan masyarakat yang terbelah (hal. 35). Gelora muda Lare Osing: digital native dan pewarisan budaya di jagat maya (hal. 45). Peran media sosial dalam pelestarian budaya daerah (website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul) (hal. 55). Media sosial dan ketoprak (hal. 65). Rubrik “Sinar Iboe” di Majalah Tjaja Timoer: gagasan penguatan perempuan dalam pers lokal di Kalimantan Baruat tahun 1928 (hal. 79).



 
Open chat
1
Ada Yang Bisa Kami Bantu ??
Kami Siap Membantu Anda. Sampaikan pertanyaan, saran, dan kritik kepada kami.