Buku ini mendiskusikan pentingnya semangat membaca kembali konteks keindonesiaan melalui disiplin interpretive social sciences dan cultural studies. Diskusi yang bisa ditelusuri dari awal penulisan adalah bagaimana keresahan penulis ketika memperhatikan kurangnya minat akademisi di bidang ilmu sosial meneliti peristiwa-peristiwa kunci dalam lingkup global atau lokal di Indonesia melalui alat teoretis tersebut. Dalam buku ini, teks lagu hasil karya musisi rock dijadikan instrument intro untuk membuat analisis sosial yang selama ini kurang diminati oleh para ilmuwan sosial di Indonesia. Posisi kreatif musisi seperti halnya aktivis sosial; mereka kerap terlibat dan memberikan kritik bangun melalui olah bunyi musik rock yang selektif dan menggetarkan. Dari cita-rasa tersebut menghasilkan semacam rumusan bahwa konsentrasi diskusi musikal senantiasa beredar di seputar ranah ekonomi, politik, dan gaya hidup. Berbagai potret sosial yang telah menjadi peristiwa penting dianalis sedemikian rupa sehingga muncul semacam hubungan ekstramusikal dan intertekstual di dalam setiap lirik musik rock. Pada masanya, rock adalah salah satu modus kritik bagi kebuntuan dalam seni musik. Ketika bermusik menjadi terlalu rumit, bahkan jauh dari keseimbangan rasio, musik rock tampil dan membawa perbedaan. Dalam bahasa lain, musik rock muncul sebagai ‘alien’. suatu totalitas permainan musik yang ‘lain’. Dari ke-‘lain’-an itulah muncul nergi baru yang memperluas bentang suara bermusik. Ke-‘lain’-an itu pula yang membuncahkan kemunculan varian musik rock baru.



 
Open chat
1
Ada Yang Bisa Kami Bantu ??
Kami Siap Membantu Anda. Sampaikan pertanyaan, saran, dan kritik kepada kami.