Dalam edisi kali ini menampilkan beberapa artikel diantaranya: Monster yang memperlambat modernitas (hal. 2), Cangkem gatel (hal. 4), Niscaya bergunjing (hal. 8), Habis tengka terbitlah gosip (hal. 12), Moh. Ambri: Bersastra obrolan (hal. 18), Fama para penyair dalam epigram-epigram Martalis (hal. 23), Sastra komunal di era digital (hal. 31), 1950-1960-an: Kho Ping Hoo dan cerpen (hal. 33), Yang (belum) ditemukan dan disampaikan (hal. 37), Paulo Freire: Demokrasi radikal & pendidikan demokratis (hal. 42), Cinta itu naik perahu (hal. 58), Kiai Alam Tara (hal. 61), Penyelesaian kasus 1965: Tak mau dan tak mampu (hal. 61), Terbaca dan “terasa” religius (hal. 67).

 
Open chat
1
Ada Yang Bisa Kami Bantu ??
Kami Siap Membantu Anda. Sampaikan pertanyaan, saran, dan kritik kepada kami.