TEMPO Edisi 24 – 30 Juni 2013
Edisi ini memuat berita utama tentang Saling Sikut Berebut Pelat Nomor (Korp Lalu Lintas markas Besar KepolisianRI kembali menggelar proyek pengadaan pelat tanda kendaraan bermotor hingga mobil pengawal. Proyek ratusan miliar ini diperebutkan para pemain lama, yang kasusnya berujung di jeruji penjara dengan tersangka utama Kepala Korps InspekturJenderal Djoko Susilo. Dari penelusuran Tempo, para pemain lama ini selalu memenangi tender.) ; Gaya Hidup Bupati Sula (Kendati hanya meminpin kabupaten kecil di Maluku Utara, kekayaan Hidayat Muskian menjulang. Rumahnya di kepulauan Sula magrong-magrong, koleksi kudanya berharga ratusan juta rupiah per ekor, belum lagi mobil mewahnya. Dari penelusuran Tempo, kekayaan itu diperoleh dengan cara tak halal : kroniisme proyek-proyek untuk keluarganya sendiri.) ; Centang Perenang Sidang Cebongan (Penyerbuan penjara Cebongan oleh tentara anggota Komando Pasukan Khusus pada 23 Maret lalu memasuki sidang. Ada 12 terdakwa yang diajukan ke meja hijau. Hakim terkesan tak siap menggelar pengadilan. Sidang pun ricuh) ; Kisruh Gas Husky (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengalihkan gas untuk Petrokimia Gresik dan Pupuk Kujang ke pembangkit listrik di Bali dan Banyuwangi.Petrokimia menolak penganti gas dari Blok Cepu. Mengapa Komisi Pemberantasan Korupsi sampai turun tangan?)